Travel

Kasus Covid-19 di Australia Naik, Selandia Baru Setop Sementara Travel Bubble

Selandia Baru menghentikan sementara kebijakan travel bubble bebas karantina dengan Australia karena kasus Covid-19 mulai meningkat. Penghentian sementara itu akan berlangsung setidaknya delapan minggu, sejak Jumat, 23 Juli lalu.

“Kami selalu mengatakan bahwa respons kami akan berkembang seiring dengan berkembangnya virus. Ini bukan keputusan yang kami ambil dengan mudah, tetapi ini adalah keputusan yang tepat untuk menjaga keamanan warga Selandia Baru,” kata Perdana Menteri Selandia Baru Jacinda Ardern kepada wartawan, menurut Reuters.

Selandia Baru telah menghentikan perjalanan ke dan dari negara bagian New South Wales, Victoria dan Australia Selatan di Australia karena meningkatnya jumlah kasus Covid-19. Penduduk Selandia Baru yang saat ini berada di Australia memiliki waktu hingga 30 Juli untuk kembali ke rumah.

Penghentian sementara itu akan tetap berlaku hingga setidaknya 24 September. Travel bubble dua arah telah dibuka sejak 19 April dan memungkinkan para pelancong melewati perbatasan Australia dan Selandia Baru tanpa tes Covid-19 atau perlu karantina. Namun awal bulan ini, Selandia Baru memperkenalkan persyaratan pengujian untuk warga Australia yang masuk.

Pada Jumat, 23 Juli lalu, New South Wales melaporkan kenaikan tertinggi dalam jumlah harian kasus Covid-19 tahun ini yang sebagian besar disebabkan oleh varian Delta. Pemerintah setempat mengkategorikannya sebagai “darurat nasional” dan menginstruksikan warga untuk tinggal di rumah lebih lama.

Baik Qantas dan Air New Zealand akan membatalkan sebagian besar layanan antara kedua negara mulai 31 Juli. Sejumlah kecil penerbangan akan tetap beroperasi untuk perjalanan dan pengangkutan penting.

Pelancong yang penerbangannya terkena dampak dapat menjadwal ulang ketika travel bubble dibuka kembali, meminta kredit penerbangan atau membatalkan penerbangan mereka. Peningkatan infeksi saat ini dimulai di Australia pada pertengahan Juni dan sejak itu melonjak menjadi lebih dari 1.900 kasus.

TRAVEL AND LEISURE | REUTERS

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.